Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

Sistem Sungai


Gambar 1  Contoh dari sistem sungai




 Gambar 2  Siklus Hidrologi



.
Sistim sungai dapat dipandang seperti struktur pohon, dimana batang pohon dipandang sebagai induk sungai dan cabang pohon dipandang sebagai anak sungai (Gambar 1). 

Lokasi tempat bercabangnya sungai disebut persimpangan (junction) dan bagian sungai diantara dua junction adalah bentangan (stretch) sungai. 

Bagian antara permulaan sungai dengan juntion di bagian hilirnya juga adalah stretch sungai.


Sistim sungai adalah bagian dari siklus hidrologi dan air yang ada di sungai berhubungan dengan komponen yang berbeda dari siklus hidrologi seperti aliran permukaan (surface runoff) dan resapan air tanah (groundwater drainage) seperti terlihat di Gambar 2. 

Berapa banyak kuantitasnya, biasanya sangatlah sulit dihitung secara akurat karena sangat variabel dan banyak faktor lingkungan dan kondisi yang mempengaruhinya. Misalnya aliran permukaan tergantung kepada presipitasi, intersepsi, evaporasi,  kapasitas infiltrasi tanah, penampungan permukaan (surface storage) aliran dipermukaan, dst., sedangkan resapan air tanah adalah fungsi dari jumlah air tanah dan elevasinya, konduktivitas hidrulik dari lapisan tanah, pengambilan air tanah dan seterusnya..


Sumber: Buku Pengelolaan Kualitas Air (M. Razif dan Adhi Y.)

Sabtu, 05 Februari 2011

Karabash, Kota dengan Polusi Paling Parah di Bumi


      Karabash merupakan sebuah kota kecil di kawasan Chelyabinsk, Rusia. Kota berpenduduk 15 ribu orang itu mulai ramai sejak tahun 1822, setelah para penambang menemukan cadangan emas di kawasan tersebut.
     Di awal abad ke-20, penambang juga mulai menggali tembaga dari perut bumi. Sayangnya, setelah beberapa dekade biji tembaga dikuras dan masyarakat mendirikan pabrik peleburan logam, kota itu kemudian berubah menjadi kawasan darurat ekologi.
     Seperti dikutip dari EnglishRussia, 6 Januari 2011, setiap tahun, pabrik itu mengeluarkan 180 ton gas yang kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan asam di kawasan sekitarnya. Sebagai bukti parahnya polusi dan hujan asam itu, pegunungan di sekitar Karabash kehilangan seluruh pohonnya.
     Kota Karabash sendiri sangat berdebu, masyarakat kerap mengalami gangguan pernafasan. Tumor, eksim, batu ginjal, pikun, pertumbuhan tidak normal, dan kelumpuhan otak merupakan penyakit yang umum terjadi.
     Pada sungai yang mengalir di kota itu, konsentrasi zat besi mencapai 500 kali lipat dibanding rata-rata. Tidak ada tumbuhan yang mampu hidup dalam jarak 100 meter dari pinggir sungai.
     Meski kondisi ekologi di Karabash sudah mulai membaik, fasilitas perawatan sudah mulai dibangun, akan tetapi kondisi daerah itu masih jauh dari normal. Gas dan asap yang keluar dari proses peleburan tembaga terus dihembuskan. Padahal emisi itu tidak pernah disaring sebelumnya. Gundukan material limbah pabrik juga mencapai tinggi lebih dari 50 meter.
    Dengan hujan asam yang turun terus menerus, nyaris seluruh vegetasi mati. Hujan angin juga menghanyutkan tanah dan gunung-gunung berubah menjadi bongkahan batu.
     Akhir 1989, pabrik di Karabash dihentikan karena situasi ekologi yang semakin parah. Seperlima penduduk kehilangan pekerjaan dan kota itu mengalami periode krisis. Namun meningkatnya masalah akibat sosioekonomi membuat produksi pabrik di kota itu kembali digulirkan pada tahun 1998.
Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/197890-kota-berpolusi-terparah-di-planet-bumi

Jumat, 04 Februari 2011

Kebisingan



Kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan yang dinyatakan dalam satuan desibel (dB). Kebisingan juga dapat didefinisikan sebagai bunyi yang tidak disukai suara yang mengganggu atau bunyi yang menjengkelkan. Kebisingan adalah suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat, proses produksi yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan pendengaran (Kepmenaker, 1999).
Sedangkan untuk penyebab terjadinya kebisingan itu sendiri terdiri dari beberapa penyebab, yaitu frekuensi, intensitas suara, Amplitudo, kecepatan suara, panjang gelombang, periode,  Oktave Band, frekuensi Bandwidth,  Pure Tune, Loudness, kekuatan suara, dan tekanan suara. Umumnya sumber kebisingan dapat berasal dari kegiatan industri, perdagangan, pembangunan, alat pembangkit tenaga, alat pengangkut dan kegiatan rumah tangga. Jenis-jenis kebisingan berdasarkan sifat dan spektrum bunyi dapat dibagi sebagai berikut :
1.               Bising yang Kontinyu
Bising dimana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putus-putus. Bising kontinyu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a.         Wide Spectrum adalah bising dengan spektrum frekuensi yang luas. Bising ini relatif tetap dalam batas kurang dari 5 dB untuk periode 0.5 detik berturut-turut, seperti suara kipas angin, suara mesin tenun.
b.         Norrow Spectrum adalah bising ini juga relatif tetap, akan tetapi hanya mempunyai frekuensi tertentu saja (frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, dan 4000 Hz) misalnya gergaji sirkuler, katup gas.
2.      Bising Terputus-putus
Bising jenis ini sering disebut juga Intermittent Noise, yaitu bising yang berlangsung secara tidak terus-menerus, melainkan ada periode relatif tenang, misalnya lalu lintas, kendaraan, kapal terbang, kereta api.
3.      Bising Impulsif
Bising jenis ini memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan suara ledakan mercon dan meriam.
4.      Bising Impulsif Berulang
Sama dengan bising impulsif, hanya bising ini terjadi berulang-ulang, misalnya mesin tempa (Sastrowinoto, 1985).
Dampak dari kebisingan di lingkungan perumahan terhadap kesehatan masyarakat antara lain gangguan komunikasi, gangguan psikologis, keluhan dan tindakan demonstrasi, sedangkan keluhan somatik, tuli sementara dan tuli permanen merupakan dampak yang dipertimbangkan dari kebisingan dilingkungan kerja/industri. Sedangkan gangguan kesehatan psikologis berupa gangguan belajar, gangguan istirahat, gangguan sholat, gangguan tidur dan gangguan lainnya (Depkes, 1995).

Sumber Pustaka:

Departemen Kesehatan RI. 1995. Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Kebisingan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.  
Keputusan Menteri Negara Ketenagakerjaan Nomor: KEP-51/MEN/1999 Tentang Nilai Ambang Batas Kebisingan. Jakarta.
Sastrowinoto, Suyatno. 1985. Penanggulangan Dampak Pencemaran Udara Dan Bising Dari Sarana Transportasi. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.


Senin, 31 Januari 2011

Pencemaran Udara

     Pencemaran udara banyak terjadi di sekitar kita. Bahkan di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, dan Surabaya. Semakin banyak kendaraan bermotor, semakin menambah pencemaran udara. Tidak hanya asap kendaraan bermotor yang menyebabkan pencemaran, kebisingan yang dihasilkan juga semakin menambah pencemaran udara. Perkembangan industri yang sangat pesat juga menyumbangkan zat-zat pencemar yang semakin memperburuk kualitas udara. Bagaimana tindakan kita?? Haruskah kita hanya berpangku tangan??



Tabel 1 Dampak Pencemaran Udara Berupa Gas

No.
Bahan Pencemar
Sumber
Dampak/Akibat pada Individu/Masyarakat
1.


Sulfur Dioksida (SO2)


Batu bara atau bahan bakar minyak yang mengandung Sulfur.
Pembakaran limbah pertanah.
Proses dalam industri.
Menimbulkan efek iritasi pada saluran nafas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak nafas.
  
  
2.
Hidrogen Sulfa (H2S)
Dari kawah gunung yang masih aktif.
Menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indera penciuman (nervus olfactory)
3.


Nitrogen Oksida (N2O)
Nitrogen Monoksida (NO)
Nitrogen Dioksida (NO2)
Berbagai jenis pembakaran.
Gas buang kendaran bermotor.
Peledak, pabrik pupuk.
Menggangu sistem pernapasan.
Melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran nafas sehingga paru mudah terserang infeksi.
4.

Amoniak (NH3)

Proses Industri

Menimbulkan bau yang tidak sedap/menyengat.
Menyebabkan sistem pernapasan, Bronchitis, merusak indera penciuman.
5.

Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon

Semua hasil pembakaran.Proses Industri.
Menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akaibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian.
Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berfikir, gerakan otot, gangguan jantung.


Tabel 2 Penanggulangan Pencemaran Udara Berbentuk Gas

No.
Bahan Pencemar
Penanggulangan
Keterangan
1.
Sulfur Dioksida (SO2)
Hidrogen Suldfida (H2S)
Nitrogen Oksida (N2O)
Nitrogen Monoksida (NO)
Nitrogen Dioksida (NO2)
Amoniak (NH3)
Karbondioksidak (CO2)Karbon Monoksida (CO)Hidrokarbon
Absorbsi
Dalam proses adsorbsi dipergunakan bahan padat yang dapat menyerap polutan. Berbagai tipe adsorben yang dipergunakan antara lain karbon aktif dan silikat. Adsorben mempunyai daya kejenuhan sehingga selalu diperlukan pergantian, bersifat disposal (sekali pakai buang) atau dibersihkan kemudian dipakai kembali.


Pembakaran
Mempergunakan proses oksidasi panas untuk menghancurkan gas hidrokarbon yang terdapat didalam polutan. Hasil pembakaran berupa (CO2) dan (H2O). Alat pembakarannya adalah Burner dengan berbagai tipe dan temperaturnya adalah 1200o—1400o F


Reaksi Kimia
Banyak dipergunakan pada emisi golongan Nitrogen dan golongan Be-lerang. Biasanya cara kerja ini merupakan kombinasi dengan cara - cara lain, hanya dalam pembersihan polutan udara dengan reaksi kimia yang dominan. Membersihkan gas golongan nitrogen , caranya dengan diinjeksikan Amoniak (NH3) yang akan bereaksi kimia dengan Nox dan membentuk bahan padat yang mengendap. Untuk menjernihkan golongan belerang dipergunakan Copper Oksid atau kapur dicampur arang.


Tabel 3 Dampak Pencemaran Udara Berupa Partikel
No.
Bahan Pencemar
Sumber
Dampak/Akibat pada Individu/Masyarakat
1.


Debu - partikel


Debu domestik maupun dari industri
Gas buang kendaraan bermotor
Peleburan timah hitamPabrik battere
Menimbulkan iritasi mukosa, Bronchitis, menimbulkan fibrosis paru.
Dampak yang di timbulkan amat membahayakan, karena dapat meracuni sistem pembentukan darah merah .
Menimbulkan gangguan pembentukan sel darah merahPada anak kecil menimbulkan penurunan kemampuan otakPada orang dewasa menimbulkan anemia dan gangguan tekanan darah tinggi.
2
Benzen
Kendaraan bermotor.Daerah industri.
Menimbulkan gangguan syaraf pusat.
3
Partikel polutan bersifat biologis berupa : Bakteri, jamur, virus, telur cacing.
Daerah yang kurang bersih lingkungannya
Pada pencemaran udara ruangan yang ber AC dijumpai beberapa jenis bakteri yang mengakibatkan penyakit pernapasan.


Tabel 4 Penanggulangan Pencemaran Udara Berbentuk Partikel

No.
Bahan Pencemar
Penanggulangan
Keterangan
1.
Debu - partikelTimah hitam (Pb)BenzenPartikel polutan bersifat biologis berupa :Bakteri, jamur, virus, telur cacing.
Membersihkan(Scrubbing)Menggunakan filterMempergunakan Kolektor MekanisProgram langit biruMenggalakkan penanaman Tumbuhan
Mempergunakan cairan untuk memisahkan polutan, dalam keadaan alamiah (turun hujan) maka polutan partikel dapat turut dibawa bersama air hujan. Alat scrubbing ada berbagai jenis, yaitu berbentuk plat, masif, fibrous dan spray.
Dengan filtrasi dimaksudkan menangkap polutan partikel pada permukaan flter. Filter yang digunakan berukuran sekecil mungkin.
Dengan menggunakan tenaga gravitasi dan tenaga kinetis atau kombinasi untuk mengendapkan polutan partikel. Sebagai kolektor dipergunakan gaya sentripetal yang memakai silikon. Semakin besar partikel secepat mungkin proses pembersihan
Program langit biru yang dikumandangkan oleh pemerintah Indonesia adalah mengurangi pencemaran udara, khususnya dari akibat transportasi. Ada 3 tindakan yang dilakukan terhadap pencemaran udara akibat transportasi yaitu mengganti bahan bakar, mengubah mesin kendaraan, memasang alat-alat pembersih polutan pada kendaraan.
Mempertahankan “paru-paru” kota dengan memperluas pertamanan dan penanaman berbagai jenis tumbuh-tumbuhan sebagai penangkal pencemaran udara.

Template by:

Free Blog Templates